Jaman biyen ing tanah Mekkah turunlah ya Rasulillah,
ono Rojo numpak gajah jenenge Rojo Abrohah.
Sang Rojo benci marang ka'bah sang Rojo rumongso gagah,
tapi Allah terus perintah kumandang ya Rasulillah.
Wujude manuk ababil dipimpin Malaikat Jibril,
gawane watu lan kerikil ketiban podo mecicil.
Al qur'an Allah ngendiko surate neng Alamtaro,
ciloko wong kang ciloko yen mati kecemplung neroko.
Berabad-abad telah berlalu, candu akan rindu kepada sang Nabi berkecamuk dalam qalbu. Lahir pada tahun gajah di tengah kaum jahiliyah kota Makkah seakan menjadi lentera penerang jiwa. Raga ini memang tak pernah bertemu tapi mengapa aku bisa mengimanimu beserta Tuhanmu. Ya Muqallibal Qulub, sungguh hasrat ingin bertemu sang Nabi walaupun di dalam mimpi, aku sadar bahwa jiwaku masih belum sefitrah mutiara di tengah segara, namun batinku tak sanggup menahan luapan kerinduan yang menyerang berkepanjangan.
Kutitipkan salam rinduku dengan membaca surat Al Fatihah setelah shalat dan mahallul qiyam disetiap majelis ilmu, selaksa samudra dan awan yang berarakanpun pasti hormat ketika namamu dikumandangkan dengan penuh perasaan. Dunia sedang krisis kepemimpinan dan suri tauladan yang kau contohkan, hampir tak ada bedanya manusia sekarang dengan hewan yang katanya tak punya akal, apalagi banyak orang yang mengatasnamakan agama demi meraup kekuasaan dan keuntungan. Apakah memang akhir zaman mulai menunjukan tanda-tandanya dimana diriku masih sibuk terhadap perkara dan urusan dunia ?.
Secercah sholawat semoga tak dianggap bid’ah dan sesat lagi, kami hanya ingin berucap syukur tapi malah dianggap kufur, dicap pemuja tahayul dan mengganggap dirinya paling betul, banyak yang mengkaplingkan surga dan neraka seakan dia suci dan tahu segalanya, berjuang dengan kekerasan atas nama Allah sama halnya memakan babi dengan mengucap Basmallah. Mengkampanyekan untuk kembali kepada Al qur’an dan hadits, tapi sayang, aku memang tidak pernah berpaling dan meninggalkan keduanya sehingga harus bersusah payah kembali padanya. Saya akui belum seratus persen mengamalkanya tapi setidaknya aku bisa memanusiakan manusia dan tidak bertindak semena-mena.
Memang suatu saat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, aku berharap agar selalu bisa mengaplikasikan sunnahmu dan kelak bisa masuk surga bersamamu. Engkaulah panutanku, engkaulah pemimpinku, engkaulah idolaku, bahkan langitpun iri dan menangis terhadap bumi karena manusia mulya sepertimu dilahirkan di bumi. Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad......!!!
*Oleh: Nur Saifullah
*Sumber gambar: nicepng.com

Komentar
Posting Komentar